jump to navigation

Sinopsis Tari Kecak Pura Uluwatu January 1, 2013

Posted by zainalarif in jalan jalan.
Tags: , , ,
trackback

Berikut ini adalah sinopsis dari pertunjukan Tari Kecak yang ditampilkan setiap hari jam 18.00 di Pura Uluwatu, Bali. Saya disini hanya menyalin dari selebaran yang memang dibagikan saat Anda menontonnya. Sebetulnya banyak terjemahan yang disediakan panitia, disesuaikan dengan pengunjungnya. Kare kebetulan saya wisatawan lokal ya saya dikasih yang Bahasa Indonesia saja.

Gambar ada di sini

TARI KECAK
 
Tari Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik, dan tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun, tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria. Tari ini berasal dari tarian sakral (Sang Hyang). Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita epos Ramayan ke dalam tarian tersebut.
 
Secara singkat ceritanya adalah sebagai berikut:
 
Karena akal jahat Dewi Kakayi (ibu tiri), Sri Rama, putera mahkota yang sah dari kerajaan Ayodya , diasingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata. Dengan ditemani adik laki-lakinya (laksamana) serta istrinya (Dewi Sita) yang setia, Sri Rama pergi ke hutan Dandaka. Pada saat mereka berada di hutan, mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana), seorang raja yang lalim, dan Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita. Ia lalu membuat upaya untuk menculik Dewi Sita dengan dibantu oleh patihnya, Marica. Dengan kesaktiannya, Raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian maka mereka pun berhasil memisahkan Sita dari Rama dan Laksamana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura.Dengan mengadakan tipuan ini maka Rama dan Laksamana berusaha menolong Sita dari cengkraman raja yang kejam itu. Atas bantuan bala tentara kera di bawah panglima Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Meganada outeranya sendiri. Akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.
 
Beberapa episode dari epos tersebut dipergelarkan oleh:
 
Adegan I: Rama, Sita dan Kijan Emas
Rama, Sita dan Laksamana memasuki arena, lalu muncul Kijang Emas. Sita meminta Rama untuk menangkapnya, Rama meninggalkan Sita yang dijaga oleh Laksamana. Tiba-tiba terdengar jeritan minta tolong. Menurut Sita, itu pasti Rama., lalu enyuruh Laksamana untuk membantunya. Pada saat itu sebenarnya Laksamana enggan untuk meninggalkan Sita, karena ingat akan pesan kakaknya, Rama, untuk menjaga Sita. Tetapi karena dituduh hendak mencari untung atas kematian Rama, Laksamana naik pitam dan oergi meninggalkan Sita seorang diri.
 
Adegan II: Sita, Rahwana, Bhagawan, dan Garuda
Rahwana muncul, hendak menculik Sita, namun tak berhasil. Tetapi dangan akal jahatnya Rahwana berubah wujud menjadi Bhagwan (orang tua) yang sedang kehausan dan meminta diambilkan air oleh Dewi Sita. Setelah diambilkan air, Sita dibawa lari oleh Bhagawan tersebut yang sebenarnya adalah Rahwana. Sita lalu enjerit meminta tolong dan jeritannya tersebut didengar oleh Burung Garuda yang sedang terbang di angkasa. Lallu Garuda menolong Sita, namun pertolongannya tidak berhasil karena sayapnya putus ditebas oleh Rahwana, Sita pun dibawa kabur ke Alengka Pura oleh Rahwana.
 
Adegan III: Twalen, Rama, Truna Laksamana dan Hanoman 
Dengan ditemani abdinya, Rama dan Laksamana yang  sedang tersesat di hutan Ayodya Pura ingat pada istrinya yaitu Dewi Sita yang dibawa kabur oleh Rahwana ke Alengka Pura. Dengan bantuan Hanoman (si kera putih), Rama menyuruh Hanoman membawa cincinnya ke Alengka Pura untuk diberikan ke pada Dewi Sita.
 
Adegan IV: Sita, Trijata dan Hanoman
Dengan ditemani Trijata, keponakan Rahwana, Sita meratappi nasibnya di Taman Istana Alengka. Hanoman muncul, ia berkata bahwa ia adalah utusan Sang Rama dan ia pun memperlihatkan cincin Rama yang dibawanya. Sita lalu menyerahkan bunga untuk diserahkan kepada Rama dengan pesan agar Rama segera menyelamatakannya. Dan Hanoman pun langsung pergi menuju tetamanan Alengka Pura, lalu mengobrak-abriknya sampai tak berbentuk, sehingga abdi Alengka Pura terkejut melihat keadaanyang sudah parah dan menyuruh para raksasa untuk mencari si pembuat onar tersebut. Dan Hanoman pun tertangkap lalu diikat dan dibakar. Namun karena kesaktiaannya, Hanoman akhirnya lolos dari maut.
 
 

Ada lagi tambahan informasi di lembaran sinopsisnya. Contact person tari kecak Pura Uluwatu, Bali. Katanya, for reservation please Call:

  • I Nyoman Adi Sardika 0816297032
  • I Nyoman Sudarta 08164707984
  • I Nyoman Sukrasena 08123990063 atau 0361-709976

Oya, harga tiket Tari Kecak Pura Uluwatu adalah Rp 70.000 flat untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Pertunjukan diadakan setiap hari mulai pukul 18.00 WITA. Tiket dibeli sejam sebelum pertunjukkan dimulai di dalam kawasan Pura Uluwatu. Untuk memasuki kawasan Pura Uluwatu, dikenakan dahulu tiket masuk Rp15.000 untuk wisatawan domestik.

Btw, jarang wisatawan tanpa guide seperti saya yang menonton pertunjukan. Semuanya dibelikan tiket oleh guide dan punya mobil jemputan masing-masing. Hanya saya serta teman saja yang ketengan. Pas beli tiket rebutan sama guide yang beli tiket banyak-banyak haha.. Mana pas pulang yang pake motor cuman kita lagi, hahaha…😀

Terima kasih sudah membaca..

ZA

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: